Tentang #BeraniBermimpi & Hidup yang Terlalu Random!

Kalian tak perlu dukungan orang besar untuk melakukan hal-hal besar. Karena sejatinya kalian sendirilah orang-orang besar itu. (Arif B Santoso)

Kabar itu datang mendadak di suatu malam. Membuncahkan bahagia sekaligus rasa tak percaya. Nominal 25 juta dan blow up media menjadi salah satu alasan untuk tersenyum sekaligus bertanya-tanya. Apa ini serius dan bukan hanya candaan semata? Tapi beberapa kawan meyakinkan bahwa ini benar adanya meski saya yakin dalam hati kecil mereka juga tidak yakin 100%. “Jangan bilang ke siapa-siapa dulu sebelum semua kita terima,” Pesan Mas Hendra pada saya. Malam itu juga saya langsung menghubungi Mas Gugun untuk memberitakan kabar baik ini dan dia membalas pesan saya dengan kata-kata yang sangat bertenaga “Selama kita semangat, sesuatu yang baik pasti akan dapat yang terbaik. Kali aja Yang Di Atas punya cara sendiri buat ingusan kayak kita. Semangart ya!”

Hanya berselang 3 hari dari kabar yang saya terima, saya dan mas Tosse sudah berdiri di salah satu sudut cafe di Jalan Gejayan untuk menerima penghargaan dari Federal Oil Indonesia berupa plakat dan uang tunai sebesar 25 juta untuk dana pengembangan program. Saya ingat betul ekspresi mas Tosse saat menerima itu, dia memandang saya dengan tatapan yang menyimpan segudang arti. Haru, bahagia, tak percaya, bangga, semua bercampur menjadi satu. Senin, 10 Oktober 2011 benar-benar menjadi malam yang tak kan pernah terlupakan oleh saya dan kawan-kawan 1000BurungKertas.


Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi Federal Oil terhadap gerakan 1000BurungKertas yang kami dengungkan. Dimana kami berafiliasi dengan komunitas2 lain melakukan pendampingan belajar serta membangun perpustakaan dan sanggar belajar di Dusun Ripungan, Sengir, di perbukitan dekat Ratu Boko sana. Mimpi kami untuk memperluas gerakan dengan membangun sanggar-sanggar di tempat lain pun semakin dekat. Saya sungguh bahagia mengingat betapa bulan-bulan sebelumnya kami sudah merasa ‘letih’ karena segala keterbatasan yang ada namun sekarang keadaan menjadi berubah.

Satu frasa yang benar-benar saya ingat dari kawan-kawan 1000BurungKertas, mereka selalu berujar “Tetap #SemangArt & #BeraniBermimpi”. Itu benar-benar berenergi sekali. Sangat. Satu mimpi besar hampir terlampaui.

Namun saya tau bahwa hidup diciptakan fragile, mudah retak serta sangat random. Dan itu terjadi pada saya. Dibalik semua kebahagiaan itu mendadak saya merasa sangat bimbang. Saya sadar bahwa penghargaan itu akan memberikan perubahan yang sangat besar bagi 1000BurungKertas. Ada tanggung jawab yang harus diemban di dalamnya. Ada pekerjaan besar yang telah menanti. Kami harus bergerak dengan serius dan fokus. Disisi lain saya juga sedang memerlukan konsentrasi penuh untuk menyelesaikan 7huruf. Waktu saya semakin mepet, saya harus berlari sekencang-kencangnya supaya tidak tertinggal kereta.

Pekerjaan saya juga menanti. Ada banyak hal yang harus saya kerjakan. Baik pekerjaan utama maupun pekerjaan slain. Saya harus berlari. Belum ditambah beban mental atas penilaian yang keluarga, teman-teman, serta orang-orang berikan pada saya terkait kuliah yang nggak jelas. Saya tidak butuh dihakimi, saya hanya ingin didengarkan dan didorong. Namun semua tidak mau mengerti. Saya butuh tempat untuk bersandar barang sejenak. Namun sosok yang menjadi sandaran saya pun sedang bertarung dengan ‘badainya’ sendiri dan mau tak mau saya terlibat juga dengan itu. Saya merasa terlalu lelah sehingga tidak mampu lagi melangkah.

1000BurungKertas, 7huruf, pekerjaan, serta rentetan tanggungjawab lain yang masih ada di pundak saya. Saya harus memilih, melepaskan beberapa diantaranya kemudian fokus pada satu hal atau gagal semuanya. Sebuah keputusan yang teramat sulit dan sangat membebani. Pekerjaan? tidak mungkin saya lepas. Ini passion dan hidup saya. Setelah 2,5 tahun hidup mandiri masakkan saya harus kembali bergantung pada orang tua?

Tapi saya juga harus fokus demi tanggungjawab saya terhadap keluarga. Sudah 3 tahun saya mundur dari jadwal untuk meraih gelar sarjana. Saya tidak ingin mengecewakan terlalu banyak orang. Satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah melepaskan 1000BurungKertas. Sangat berat rasanya untuk melakukan ini. Tapi lagi-lagi kata-kata mas Gugun menguatkan saya. Ada hal-hal yang jauh lebih penting untuk saya selesaikan sebelum saya bergerak. Berat memang. Tapi itu harus saya lakukan. Jadi kawan-kawan 1000BurungKertas maafkan saya. Untuk beberapa bulan kedepan saya tidak akan bisa bergerak bersama kalian. Nanti, jika saya sudah pentas monolog di ruang sidang saya pasti akan menemui kalian lagi. Dan hari itu pasti akan terjadi.

#BeraniBermimpi telah membuat perubahan besar pada 1000BurungKertas, dan saya juga harus #BeraniBermimpi untuk masa depan saya.

Mari kta buat semuanya menyenangkan kawan!!

ijinkan saya menyelesaikan ini dulu, kawan.
p.s ini sekaligus surat pamit saya pada kawan-kawan semua. maaf saya tidak bisa bergerak langsung. ijinkan saya hibernasi sejenak dan melepas lelah. saat saya sudah siap, saya pasti kembali dengan amunisi penuh.

8 thoughts on “Tentang #BeraniBermimpi & Hidup yang Terlalu Random!

  1. hidup memang harus memilih dan kita tak mungkin memilih semuanya, ada kalanya harus ada yang kita lepaskan untuk sesaat. kami yakin, kamu bisa melewati semua ini, sash! semangArt!! kami menantimu kembali…🙂

    Makasih Mbak Mesha, ternyata memilih itu tidak semudah yang saya pikir..

  2. Hanya sedang lupa sa, kamu pelupa.🙂 saya juga pernah lupa, bahkan sering lupa bahwa saya punya sesuatu yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

    Mas Guguun,, iya mungkin saya terlalu terlena sehingga lupa memisahkan mana yang penting & genting.. terimakasih. smsmu selalu memberikan energi tersendiri..

  3. Tiba-tiba jantung saya berdegup cepat, saya sadar bahwa saya juga harus berlari sekencang-kencangnya. Larilah sekencangnya, Sha. tetap #semangART!

    Ayo paman, kita berlari bersama-sama, gandeng tanganku dan kita akan terbang.. #SemangArt

  4. “Seperti bulan yang tidak selamanya penuh, bahkan kadang tidak terlihat sama sekali. Tetapi bukan berarti dia meninggalkan bumi sendiri di jagad raya ini.”😀

    Tetep SemangART! dan terus #BeraniBermimpi

    Sungguh, saya bersyukur memiliki sahabat seperti kalian yang terus membagikan semangat. matur suksma semuanya. Saya pasti kembali…

  5. Belajar memahami sebuah pilihan hidup seumpama belajar memanfaatkan sebuah ladang untuk bercocok tanam. Kita dituntut paham betul bagaimana kondisi dan jenis tanah ladang yang akan kita garap. Pada perspektif inilah belajar memahami untung-rugi dari sebuah pilihan menjadi kebutuhan yang cukup penting untuk kita lakukan. choice is yours, sis. letting go!

    dan saya masih belajar untuk memahami ladang baru itu, mas. ternyata sulit bersetia meskipun itu udah jadi pilihan kita..

  6. First off I want to say wonderful blog! I had a quick question that I’d like to ask if you don’t mind.
    I was curious to know how you center yourself and clear your head prior to writing.
    I have had difficulty clearing my thoughts in getting my thoughts out there.
    I truly do take pleasure in writing however it just seems like the first 10 to 15 minutes
    are usually wasted simply just trying to figure out how to begin.
    Any ideas or hints? Appreciate it!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s