Banyak Cinta & Harapan Kala Mendua

dua

Awan hitam menggelayut saat saya masuk ke dalam bus transjogja jalur 2A. Pikiran saya gundah, “Bagaimana jika hujan turun?”. Namun kantuk yang menyerang membuat saya melupakan segala pemikiran tersebut dan memilih untuk memejamkan mata, hitung-hitung istirahat sejenak sebelum melakukan kegilaan di akhir pekan bersama kawan-kawan absurd. Saya pun terlelap. Suara gaduh anak-anak berseragam biru putih membuat saya terpaksa bangun. Sembari memicingkan mata saya lirik keadaan di luar bis “ouch, rupanya hujan turun”. Saya pun semakin resah, tetapi terus mencoba untuk tetap tenang.

Rencana ini sudah disusun sejak jauh-jauh hari, beberapa kawan sudah datang dari luar kota untuk bergabung, jadi tidak mungkin dibatalkan begitu saja. Hujan atau tidak, kami harus berangkat. Saya pun mengirim pesan pendek kepada seorang kawan di Nglanggeran “Kondisi di sana gimana, mas? Hujan tak?”, beberapa menit kemudian pesan balasan muncul “Nglanggeran cerah mbak, belum hujan kok. Kami tunggu kedatangannya ya.” Ok, jawaban yang memuaskan. Saya pun berlari kecil dari shelter Trans Jogja menuju kos-kosan untuk packing barang-barang.

Sore itu kami berencana akan mendaki Nglanggeran. Sejenak melarikan diri dari hiruk pikuk pekerjaan untuk bersenang-senang serta merayakan ulang tahun komunitas Canting yang kedua. Tak hanya itu, rencananya seorang kawan juga akan melaunching buku perdananya di sana, sekaligus ada grand launching (halah) SapuSothil corp oleh dewan direksi.

Kenapa kami memilih untuk melakukan semuanya di Puncak Nglanggeran? Ya karena kami pengen aja (okay itu bukan jawaban). Uhmm, karena Nglanggeran adalah tempat yang bersejarah buat sebagian besar kawan-kawan Canting. Tepat setahun yang lalu saat ulang tahun Canting yang pertama, kami sempat menanam pohon di Nglanggeran. Tak hanya itu, Gunung Nglanggeran juga pernah digunakan sebagai tempat buka bersama oleh Komunitas Canting, bahkan beberapa kawan juga pernah melakukan pedekate maupun pacaran (uhuk) di gunung ini. Kedekatan emosi personil Canting dan Gunung Nglanggeran lah yang akhirnya menjadi alasan kenapa ulang tahun Canting dirayakan di tempat ini.

Rombongan pendaki (ceile pendaki) kali ini terbagi menjadi beberapa tim. Rombongan pertama sudah sampai di puncak lebih dulu untuk mempersiapkan tempat sambil memasang tenda, rombongan kedua berisi tim hura hura yang sebagian besar cewek dan tinggal terima beres, rombongan ketiga berisi pria-pria (tidak) perkasa yang akan membawa kayu bakar, dan yang terakhir adalah rombongan tidak jelas asal-usulnya #eh hahaha. Saya tentu saja ikut rombongan kedua, rombongan huru-hara yang mendaki saat mentari perlahan terbenam di ufuk barat diiringi rinai hujan. Ini sudah entah kali keberapa saya naik ke Nglanggeran, dan tetap saja saya terpesona sekaligus jatuh cinta dengan tempat ini.

Sesampainya di puncak kami tidak langsung memulai acara dikarenakan menunggu kawan-kawan lain yang belum tiba. Ada yang sholat, ada yang menatap senja, ada yang masih mendirikan tenda, ada yang bercanda, ada yang galau, dan saya? Tentu saja bergosip di dalam tenda dengan makluk ajaib sepanjang masa yang bakal melaunching bukunya malam itu. Obrolan tentang apa saja. Tentang kejadian di Bethesda saat Ika melepas gips, tentang seorang kawan yang baru saja patah hati dan persoalan mencari cinta yang baru, tentang orang-orang yang pernah mengisi hari-hari, hingga percakapan tentang mimpi dan harapan #tsaah

Akhirnya satu persatu kawan yang tertinggal di belakang pun menyusul dan bergabung. Sekitar pukul 22.30 acara hura-hura pun dimulai. Di tengah api unggun yang mulai meredup mas Cakil memulai sambutan basa-basinya. Dan seperti biasa, ada gelak tawa dan gojek kere khas canting yang menghiasi jalannya acara. Intinya malam itu kami bersyukur karena boleh menginjakkan kaki di usia ke dua, usia yang genap. Mengingat tahun tahun yang terlewati dengan segala suka duka tawa dan air mata. Tak pernah menyangka jika masih bisa tertawa bersama dan duduk melingkar dalam ikatan persaudaraan Canting.  Selanjutnya tentu saja tiup lilin.

Sesuai degan rencana semula, pada malam itu juga ada launching buku “Ndemin Selawase” dan Sapu Sothil Corp. Khusus untuk “Ndemin Selawase” ada kata-kata penulisnya yang saya suka “Dulu, saya nggak pernah punya mimpi untuk bisa menerbitkan buku. Tapi semenjak kenal Canting, saya berani bermimpi hingga akhirnya buku ini terbit,” (pokoknya intinya gitu deh, gak beda-beda jauh hehe). Ya, jujur saya akui, bersama teman-teman Canting & 1000BurungKertas saya jadi memiliki keberanian untuk bermimpi dan berusaha mewujudkannya. Tidak hanya berhenti pada tahap kepuasan diri, tapi belajar untuk berbagi hidup dengan orang lain, menghidupi mimpi-mimpi yang mulai mati, menebarkan benih harapan, dan meyakinkan orang lain bahwa harapan, mimpi, dan keceriaan itu masih tetap ada. Berkarya tanpa henti untuk sesuatu yang lebih baik.

Acara malam itu pun ditutup dengan bincang-bincang sok serius hingga gojek kere yang bener-bener kere. Ohya tak lupa juga ada pemberian penghargaan alias Canting award dengan kategori yang asoy. Canting tergalau, tercihuy, terfavorit, ternelangsa, dan terhiperaktif. Sebenarnya jika sesuai dengan hasil voting, mas Hendra memenangkan 3 penghargaan. Namun demi asas keadilan maka dia dimenangkan untuk 1 kategori, sedangkan kategori yang lainnya dibagi-bagi untuk nomer urut ke2 (hehehehe, buka kartu deh).

Pagi harinya kami pun kembali ke jogja dan meneruskan acara rangkaian ulang tahun canting ke 2 dengan mengadakan pengobatan gratis di Dusun Ripungan. Banyak kisah, banyak cinta, dan banyak harapan yang tertanam di ulang tahun kedua ini. Semoga tidak hanya berhenti pada ide dan wacana semata, namun benar-benar terwujud dalam tindakan. Terimakasih Canting untuk 2 tahun yang luar biasa. Mari terus bermimpi, berkarya, dan berbagi bersama.

Riuh rendah prosesi tiup lilin
Duo MC cihuy & canting terfavorit🙂
Menyambut pagi, menyongsong harapan baru
We are happy family \m/

Jogja, medio Februari 2012
all pictures by @faa_afu

10 thoughts on “Banyak Cinta & Harapan Kala Mendua

  1. saya termasuk dalam rombongan tidak jelas asal-usulnya… hahahahaa..

    #selamat hari lahir buat Canting.. semoga semakin jaya di laut, darat dan udara.. tetap merendah hati dan selalu meninggi dalam bermimpi…🙂

    Hahahaha, untung sadar. Selamat datang & selamat bergabung dengan Canting, Faa. Sekarang mau tak mau kau dan ninuk sudah menjadi bagian dari kami🙂
    betewe kata-kata terakhirmu kok sakti, nyonto seko ngendi koe? hahaha

  2. “….dengan makluk ajaib sepanjang masa…” <—– kurang h lek, makhluk.

    kate ngomong ora mutu tapi yo sik onok mutune, masio ta rendah. I LOVE YOU ALL *cipok siji-siji*

    Huhui, akhir’e editor sekaligus readerku muncul🙂
    Yo ben rak ketok terlalu keren dadi rodo disalah-salahke sitik lah :p

  3. suka foto menyambut paginya🙂

    selamat ulang tahun canting😀

    Dan saat mereka poto-poto di puncak, saya masih ngrungkel di dalam tenda sama Renjer Pink haha, sambil bawa selimut tebal dari kos, nyaman rasanya🙂

  4. saya termasuk dalam rombongan pertama, yeeee….

    *padahal pas udah sampai di atas ga ikutan mendirikan tenda*

    Padahal di atas cuma duduk manis sambil ngerusuhi yang bikin tenda🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s