Menjelang Pentas Monolog

Sebenarnya ada banyak hal yang pengen ditulis, salah satunya adalah melanjutkan serial “Kisah negeri Bawah Tanah”, karena cerita itu akan bersambung sekitar 10 episode (bahkan mungkin bisa nambah). Tapiiiii, sayanya lagi hectic banget. Yak, sekarang saya menjadi mahasiswa lagi. Mahasiswa dalam artian sesungguhnya yang setiap hari nongkrong di kampus nyari dosen, nyari tanda tangan, perpus, urus berkas, ngeprint ini itu dan lain sebagainya.

Beberapa teman mungkin sudah tau bahwa saya lagi mempersiapkan pentas monolog dengan naskah 7huruf yang saya tulis sendiri. Pentasnya masih beberapa hari lagi, tapi deg-degannya udah mulai terasa dari sekarang. Perut saya mulas, pikiran saya melayang nggak jelas. Ditambah lagi saya belum dapat dosen penguji utama, tabel data masih belum beres, begitupula sinopsis 3 novel belum jadi. Bimbingan yang sangat singkat dan waktu yang semakin limit benar-benar membuat pikiran kacau. Hey, tapi saya percaya DIA pasti mampukan saya buat melewati ini semua.

Saya jadi ingat ucapan Renjar Pink di saat saat dia tau saya sedang gamang tingkat akut, “Kamu sedang menulis sejarah hidupmu, Sash! nanti kamu pasti akan tersenyum menertawakan saat-saat seperti ini. Percaya kamu pasti lulus.”

Saya bersyukur ditengah semua hal yang membuat saya gelisah dan gundah level makasimal ternyata saya masih dikelilingi oleh orang-orang hebat dan sahabat-sahabat luar biasa yang selalu menyemangati. Bahkan pimpinan saya di pabrik kata-kata memberikan libur untuk saya menyelesaikan bagian akhir ini. Saya nggak tau harus berucap apalagi, kecuali bersyukur dan berterimkasih, sangat. DIA memang benar-benar bekerja dengan cara yang tak pernah saya duga sebelumnya untuk mempersiapkan rencana yang indah bagi saya.

Pagi ini saya akan ke kampus lagi menyelesaikan semua administrasi dan berkas-berkas persiapan pentas monolog. Semoga diberi kemudahan, semoga semua berjalan dengan lancar, dan berharap saya tidak nervous lagi.

 

Kamar kos, di antara tumpukan kertas dan bising suara printer
13032012

6 thoughts on “Menjelang Pentas Monolog

  1. gak bisa bilang apa-apa selain: semangaaat sash. semangaaat se semangat2nya (kata-kata apa inih?). perasaan saat pentas monolog itu tidak akan pernah ada lagi perasaan yang menyamainya. pun diulang, rasanya akan beda.

    ah jadi ikut deg2an:mrgreen:

    Makasih mbak, iya nih pentasnya masih Jumat deg-degannya sudah sejak sekarang. Mules hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s