Suatu Hari di Kota Lama

Sekuat apapun kita mengelak, perpisahan itu pasti akan terjadi. Hanya saja kita tak akan pernah tahu kapan waktunya. Setelah sekian tahun berjalan bersisian dalam lajur kereta yang sama, akan ada masanya kita memilih jalan hidup masing-masing. Dan aku bersyukur masih bisa merasakan & melakukan kegilaan bersamamu, sekali lagi. Aku tak tahu kemana hidup akan membawa setelah ini. Apakah kita masih akan ada lagi kegilaan-kegilaan berikutnya atau ini yang terakhir. Tapi apapun yang terjadi nantinya, kau akan selalu memiliki ruang tersendiri.

Terimakasih, Nona Hanindita Rakhmawity. Untuk 8 tahun yang telah kita lewati, serta untuk 12 jam yang sangat berharga di Kota Lama! Mari bersenang-senang! Karena hidup terlalu berharga jika dihabiskan dengan meratapi diri.


Kita memang tidak bisa selamanya menjadi kuat. Bahkan acapkali untuk berlagak kuat pun kita sudah tak mampu lagi. Tapi percayalah, kita tak harus menjadi bunga cantigi yang mampu menghadang badai di lereng bukit. Karena dengan menjadi dandelion yang kelopaknya rapuh tertiup angin pun kita bisa menebarkan harapan serta memberi kekuatan bagi orang-orang di sisi.

Kota Lama, Semarang
10 Agustus 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s