Solo Traveling? Kenapa Enggak?

Saya suka piknik. Buat saya piknik itu harus asyik. Kalau nggak asyik mending nggak usah piknik. Salah satu yang bikin piknik asyik itu kalau ada temennya. Bisa heboh bareng, menggila berjamaah, dan melakukan hal-hal bodoh.

seruni pekok
Cibi cibi cibi hak hak hak hak hak hak.

 

 

6
Kalo sendirian mana bisa pose kek gini.

Tapi kadang mencocokkan jadwal piknik itu sulit. Saya adalah ketua perkumpulan pemuda pemudi karang yo selo. Hidup saya selo jaya. Sedangkan kawan-kawan saya para pekerja yang terikat jadwal macul. Karena itu mencocokkan jadwal piknik bareng amatlah susah.

Nah, kalau sudah seperti ini biasanya saya memilih buat mbolang sendirian. Awalnya emang agak gak asyik sih. Tapi semakin kesini kok saya malah jadi ketagihan buat jalan sendiri ya. Lebih asyik, lebih fleksibel, lebih bisa nemu banyak teman & banyak hal selama di jalan. Maklum, berhubung sendiri, mau nggak mau kita harus banyak nanya, banyak ngobrol, dan banyak bersosialisasi dengan orang-orang yang ditemui di jalan.

Beberapa teman & orang yang saya temui di jalan sempat nanya, “cewek jalan sendiri enggak takut?” duh. Kenapa harus takut? Saya sih pinjam prinsipnya Abang Adal Bonai yang udah keliling Indonesia sendirian modal jempol alias nebeng. Hilangkan perasaan takut. Kita ini kan sama-sama di Indonesia. Katanya semua adalah saudara. Masak mau mengunjungi saudara takut? Posisikan tempat yang kita kunjungi sebagai rumah saudara bukan sebagai rumah orang asing. Yang penting pandai-pandai menyesuaikan diri dan menjaga perilaku. Bukankah Tuhan bersama para pejalan?🙂

Nggak enaknya solo traveling tuh cuma 1, gak bisa foto-foto narsis hahaha. Terus gimana cara ngakalinnya biar saya punya stock foto narsis selama solo traveling? Ya bawa tripod, terus pakek timer. Jepret jepret jepret! Gitu aja kok susah. Nah kalau nggak bawa tripod & medan gak memungkinkan buat pakai timer? Ya udin sih, cukup motret kaki sebagai tanda bukti pernah menjejak di satu tempat.

arjuna
Si coklat mejeng bareng ransel hitam & dandelion di tanah para dewa🙂

 

 

borobudur
Ini foto kaki sebelum gempor gegara melakukan pradaksina buat nyari relief kapal Samudraraksa.
prambanan
Prambanan saat mendung.
sukuh
Candi Sukuh yang katanya erotis ituh😉
tanjung pendam
Jumat pagi di Tanjung Pendam. Akhirnya bisa menjejak di Belitung lagi #terharu
pantai rahasia
Pura-puranya sih jadi Aang. Pergi ke pantai rahasia yang dijaga dua kura-kura raksasa, berharap dapat pencerahan.
indrayanti
Ini jaman galau skripsi. Lari ke Indrayanti sambil bawa novel yang buat skripsi. Berusaha cari pencerahan, endingnya tetep galau haha.
pulau pasir
Tolong ya jangan lihat belang kaki. Fokuskan saja ke arah cowok cakep yang ada di depan itu, haha
nglambor
Pura-puranya sih liputan. Makanya bawa kertas catatan🙂
monas
Terharu. AKhirnya saya yang bocah udik ini bisa guling-guling di plataran Monas jugak🙂

Akhirnya pose poto gitu jadi keterusan. Meski ngetrip bareng-bareng saya tetep kudu punya poto kaki. Mainstream banget ya? Ya nggak apa-apa sih mainstream. Kata Simbok Rina  selama masih pakek celana kita masih mainstream (halah iki opo hubungane). Duh, saya kok bingung mau nulis apa ya? Jadi nggak jelas gini. Oh iya ingat, inti postingan ini kan saya mau narsis pamer foto hahahaha.

Betewe selamat berakhir pekan. Selamat piknik.
Solo travelling? Kenapa tidak?😉

13 thoughts on “Solo Traveling? Kenapa Enggak?

  1. wih mantep banget solo travelling! asik bgt sob foto2mu. tapi susahnya klo solo travelling, gak bisa senarsis travelling yang bareng temen hehehe…
    blogwalking yaw…
    ^^
    lam kenal.

    Hehehe, memang sih enggak bisa senarsis yang rame-rame. Tapi dibikin asyik aja. Semua kan pilihan. Betewe terimakasih sudah berkunjung🙂

  2. Foto2 jejak kaki di mana2 itu keren yaaa… penasaran dengan pantai kura2 nya Sash

    Hihihihi, nanti deh Bu Seno saya pasti upload cerita pantai kura-kuranya🙂

  3. iya mbak, mending foto kaki aja, daripada foto dengan tangan sendiri dan kamera diarahkan ke muka, biasanya pemandangannya yang indah di belakang ketutup muka..😀 hehehe
    U

    dah gitu terus wajahnya di manis-manisin, bibirnya dimonyong-mongyongin hihihihi, ABG banget dah.

  4. wah mau tau itinerary solo travelingnya waktu ke Belitung dong, aku juga mau solo traveling kesana nih😀

    Hihihihi, saya ke Belitong gak pake itinerary, murni impulsif. Tapi misal mau dibikinin ayok ngobrol by email🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s