Dia Hadir!

Cahaya Surga Gua Jomblang Gua Grubug
Dia Hadir!

Entah sejak kapan saya menyukai momen-momen berada di perut bumi, berada dalam dekapan gulita sempurna, bergelung dengan feses kelelawar dengan aroma menusuk hidung, bergulat dengan lumpur dan aroma lembab, serta menikmati pahatan sempurna stalagtit dan stlagmit. Hening. Yang bisa saya dengar hanyalah gemericik sungai, tetesan air, derik serangga, kepak sayap kelelawar, serta hembusan nafas.

Gua. Tempat sempurna untuk kontemplasi. Kepasrahan total, penyerahan sepenuh. Ya, itu yang selalu saya lakukan saat berada di dalamnya. Tempat dimana saya merasa begitu kecil, begitu kerdil, begitu rapuh, dan Dia adalah benar-benar Allah yang luar biasa.

Bahkan di sudut bumi yang begitu gelap dan tersembunyi, kehadiranMu begitu nyata. Kau pahat lekuk perut bumi menjadi mahakarya sempurna, Kau jadikan tetesan air dan derik serangga sebagai orkestra penenang hati, dan sinarMu menjadi satu-satunya suluh penerang.

Jika di kegelapan yang tak terlihat saja Dia sudah menciptakan keindahan yang begitu sempurna, mengapa saya harus mengkhawatirkan hidup saya?

6 thoughts on “Dia Hadir!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s