Pemilik Ransel

sash

Panggil saja saya Sash. Perempuan, duapuluh sekian, suka keliling kota sambil menggendong ransel dan membawa peta.

Banyak orang bilang Indonesia cantiknya kebangetan. Dan saya tak  ingin hanya mendengar cerita itu dari mulut orang-orang atau mengenalnya dari deretan kata di wikipedia. Karena itu saya ingin terus mengendong ransel dan berjalan menjelajahinya. Saya ingin mengenal Indonesia dari gigir gunung, dari perut bumi, dari lekuk lembah, dari senyum orang-orang, dan dari apa saja.

Blog ini berisi remeh temeh tentang kota-kota yang pernah saya singgahi, perjalanan yang pernah saya lakukan, dan sosok-sosok yang saya temui. Karena saya tidak ingin jejak perjalanan itu menguap begitu saja.

Mungkin nantinya saya tidak melulu bercerita tentang perjalanan ke suatu tempat. Karena bagi saya semua apa yang sedang terjadi dan apa yang sedang saya lakukan adalah sebuah rangkaian perjalanan panjang yang pada akhirnya membawa saya pulang.

Jika ada yang ingin ngobrol dengan saya silahkan kirimkan pesan ke elisabeth.murni@gmail.com atau sapa saya di akun twitter @elisabethmurni

Salam

Sash^

71 thoughts on “Pemilik Ransel

  1. Karena saya tidak ingin jejak perjalanan itu menguap begitu saja.
    Ah, itu juga salah satu alasan saya ngeblog🙂
    Nice to know u dear Elizabeth

    cHeerz,
    Eka

    eh ada mbak Eka mampir di blog saya, senangnya😀

  2. Halo. Salam kenal. Ayo backpackeran. Hehe😀

    Hallo Deci, makasih sudah mampir kemari🙂
    Backpackeran? ayuk atuh, etapi bentar dulu deh, nabung dulu biar sekalian mblasuk yg jauh hehe.

    1. salam kenal semuaanya…… ngikut backpackeran doonnggg heheheheh

      Salam kenal juga, terimakasih sudah berkunjung🙂

  3. haiiii… sash.. dari ceritamu, hidupmu memang menyenangkan, dan semoga selalu menyenangkan!

    Sebenarnya tidak juga, kadang banyak badai yang datang kok. Tapi aku belajar untuk menari di tengah badai itu. Bukankah menyenangkan atau tidak itu pilihan? dan saya lebih memilih untuk bahagia🙂
    terimakasih telah berkunjung. blogmu aku link ya..

  4. “…apa yang sedang terjadi dan apa yang sedang saya lakukan adalah sebuah rangkaian perjalanan panjang.”

    Nice, Sash.

    Ouch, gak nyangka mas DM bisa nyasar ke blog ini. Selamat datang, mas🙂

  5. hallo nona…..
    sepertinya saya pernah ketemu situ ya di goa cerme. saat itu sedang ada acara test tentang photographer dan travel writer utk salah satu website ya….?😀

    salam kenal lg nona…:D

    #bisa lah di polow….#ngarep

    Halo Bang Bened! hahaha, iya kita pernah ketemu, & saya mmendadak jadi model sampeyan, foto2 diantara feses kelelawar hahaha. Senang ketemu lagi di sini😉

  6. saya juga pengen menjelajah kayak mbak sash..
    sudah ke lombok blm mbak?? hayooo kalo backpack k lombok tk temeni😀

    Waaah Lombok, saya belum pernah mbak. Baru sebatas rencana sih. Wah maaaau, maau, kalo nanti saya ke Lombok saya kontak mbak deh😉

  7. haloo.. kutunggu bukumu terbit ya.. 😉

    Wedew, Mbak Indri🙂
    Amin, amin, amin, semoga bisa mempertahankan energi untuk nulis buku hihihi. Saya anggap ini doa mbak. Terimakasih banyaaaak🙂

    1. Hihihihi, keknya banyak yg ngeshare link tulisan ngaco itu di FB & twitter deh, makanya banyak yg nyasar ke artikel itu. Nuwun sudah berkenan nguprek2 blognya saya mbak. Semoga betah hehe.

  8. Salam lestari mbak…
    Satu hal yang paling ane suka dari para penggiat alam terbuka adalah tentang persahabatan dan kebersamaan mereka…
    Salam kenal dari bumi cikarang😀

  9. Hallo mbak sash…salam kenal..
    aku jg slh satu yg nyasar karena postingan “Pacarilah pendaki gunung, nduk!”…
    Sudut pandang dan penuturannya bgus dan memang menggelitik sih…tp tentunya berlaku utk wanita2 yg sepemikiran dgn mbak sash, soalnya aku liat byk jg yg menye2….hihihi

      1. Berarti kalau benar iya nih, hmm yang ikut malam-malam diskusi sama emak2blogger kalau tak salah ya?

        Akhirnya ketemu di blog juga lagi hahaha.😀

  10. Senang bisa mengenal blogmu, Sash. Tulisannya apik dan asyik. Bikin betah menjelajah setiap jengkal kenangan dari perjalanan yang telah kau torehkan. Aku gak kesampaian jadi petualang.😦

    1. Aha, sekarang Gunung Andong sudah semakin ramai kok mbak. Jalur setapak yang ngeri itu jalan pulang, tapi banyak pendaki yang memilih pulang untuk lewat jalur berangkat jadi tidak harus lewat jalan itu.

      Salam kenal juga, Mbak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s