Kelana & Secuil Rasa

Langit masih gelap dan semua masih terlelap, kecuali aku dan dua orang yang duduk di kursi bagian depan. Di tengah gelap ku periksa tempat duduk dan kantong celana serta jaket untuk mencari ponsel. Ternyata yang ku cari tak ada, rupanya semalam aku memasukkannya ke kantong depan ransel eiger yang setia menemani kemana-mana. Ku lihat batere… Read More Kelana & Secuil Rasa

Advertisement

Perjalanan [2]

Lelaki itu baru saja menyelesaikan membaca “The Alchemist” untuk kesekian kalinya saat ponselnya bergetar hebat. Ada panggilan dari deretan nomor yang tidak bernama namun membuat jantungnya berdetak kencang. Nomor yang dia hafal di luar kepala sehingga tidak perlu dicatat di phonebook. Pernah ada satu masa dimana pemilik nomor tersebut membuat hari-harinya begitu sempurna. Pemilik nomor… Read More Perjalanan [2]

Kelana & Jogja Java Carnival 2011

Lama tak mendengar kabarnya, akhirnya saya kembali bertemu Kelana. Tak ada yang berubah darinya, masih tetap tinggi, legam, dan rambut yang semakin acak-acakan. Sorot mata yang tajam dan senyum yang selalu saya bilang sebagai -senyum paling menyebalkan- muncul dari wajahnya yang malam itu terlihat begitu lelah. Tanpa basa-basi menanyakan kabar dia langsung mencelaku “Keluyuran kemana… Read More Kelana & Jogja Java Carnival 2011

Perjalanan [1]

“Jadi berangkat?” tanya seraut wajah yang tampak muram. Matanya yang teduh menatapku lekat-lekat, seolah enggan kehilangan kesempatan barang sedetikpun. Tatapan yang selalu saja membuat dadaku bergetar. Tatapan itu pula yang selalu kurindukan saat aku berkelana. Namun tatapannya kali ini nampak berbeda, ada mendung pekat yang membayang di pelupuknya. “Iya Ras. Seperti yang kemarin sudah ku bilang… Read More Perjalanan [1]