Payung Teduh dan Nada Keempat yang Hilang

Temaram langit senja menemani perjalanan saya meninggalkan Magetan untuk kembali ke Jogja. Kesiur angin menerbangkan anak rambut saya yang kala itu memilih duduk di sambungan gerbong. Di antara laju kereta yang terus menderu, saya dan Faa berbincang tentang banyak hal. Mulai dari langkah demi langkah yang telah kami tapaki, mimpi-mimpi yang ingin digenapi, hingga perdebatan… Read More Payung Teduh dan Nada Keempat yang Hilang

Terimakasih, Seruni!

Hidup adalah proses sekaligus perjalanan panjang yang penuh dengan kejutan. Awalnya saya mengira setelah tanjakan terjal maka akan menemui jalan lurus yang datar berhiaskan bunga warna-warni di tepian serta kupu-kupu yang riuh berterbangan. Namun yang saya jumpai justru sebaliknya. Mendadak jalan yang saya lalui menikung tajam dan di depan terbentang turunan curam dengan jurang di… Read More Terimakasih, Seruni!